Pendampingan Petugas Puskesmas dalam Pembinaan Kader Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional melalui Pemanfaatan TOGA dan Akupresur di Desa Manikyang
Desa Manikyang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai upaya promotif dan preventif. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan oleh petugas Puskesmas dalam pembinaan kader kesehatan terkait asuhan mandiri kesehatan tradisional.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta teknik akupresur sebagai alternatif pengobatan tradisional yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara alami.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Puskesmas memberikan materi terkait jenis-jenis tanaman obat yang dapat ditanam di pekarangan rumah, manfaatnya, serta cara pengolahan yang tepat. Tanaman seperti jahe, kunyit, sereh, dan daun sirih menjadi contoh TOGA yang mudah dibudidayakan dan memiliki banyak khasiat untuk menjaga kesehatan keluarga.
Selain itu, kader juga diberikan pelatihan praktik akupresur, yaitu teknik pemijatan pada titik-titik tertentu di tubuh untuk membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan, seperti sakit kepala, pegal-pegal, hingga gangguan ringan lainnya. Dengan keterampilan ini, kader diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi wadah diskusi interaktif antara petugas Puskesmas dan kader, sehingga berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang tepat. Antusiasme para kader terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi kegiatan.
Melalui pembinaan ini, Pemerintah Desa Manikyang berharap agar kader kesehatan dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal. Selain itu, pemanfaatan TOGA dan akupresur juga sejalan dengan upaya pelestarian kearifan lokal di bidang kesehatan tradisional.
Dengan adanya pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan tercipta masyarakat Desa Manikyang yang lebih sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya pola hidup sehat berbasis potensi alam sekitar.